Situ Cibeureum belokasi di dalam desa, yaitu Desa Lambangjaya dan Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Hembusan angin yang lembut, membuat mata sedikit sayup saat berada di sini. Cuaca yang teramat terik, dapat di redam oleh sejuknya situ Cibeureum.
Siang itu saya dan keluarga pergi berwisata ke danau Cibeureum Bekasi. Lokasinya yang mudah di jangkau membuat kami memutuskan ke tempat itu.
Kalau naik roda empat bisa lewat tol dan keluar gerbang tol Tambun, kalau naik motor bisa lewat jalan kalimalang dan masuk ke Grand Wisata.
Bundaran grand Wisata, yang terintegrasi dengan akses keluar-masuk tol.
Grand wisata lumayan tertata rapi, saya sempat tergoda untuk rebahan di rumput sambil menikmati cemilan. Tapi belum apa-apa tulisan di papan sudah melarang.
Waktu itu saya menaiki motor dan keluarga naik mobil, dengan petunjuk gps saya boncengan menuju danau Cibeurem.
Kalau ngikutin gps pas jalan mentok belok kanan. Tapi karena istri sudah tiba duluan dan share lokasi. Dan gps berubah arah menunjukkan belok kiri.
Saya ikutan aja, sampai nemuin parkiran mobil di sini.
Untuk menuju lokasi saya harus melewati tembok ini. Mungkin karena ini jalan pintas, selain yang di tunjuk google pertama tadi. Tapi cuma muat motor lewat dan mobil harus parkir di luar.
Sampai di dalam ternyata pengunjung sudah membludak. parkiran motor penuh. Mungkin karena waktu itu masih libur lebaran jadi pengunjung lumayan banyak.
Parkiran motor berderet sepanjang jalan.
Insiden Kecil:
waktu itu saya di tegur oleh pedagang. Karena tidak makan di tempat dia tapi kami parkir motor di tempat dia.
"Mau duduk di saung mana mas?" Tanya pedagang yang senyum.
"Mau makan di saung ijo, pak" jawab ipar saya.
Mendadak wajahnya berubah dan langsung berkata.
"kalau makan di sono, ya parkirnya di sono" sambil berlalu.
Saya berdua cuma bisa nyengir. Kok lucu ya padahal kan parkir dimana aja sama.
terus kalau saung kuning parkirannya penuh saya mau parkir dimana?
Maklum, saya baru pertama kali ke sini jadi enggak tau ada peraturan kayak gitu.
Tiap saung memiliki warna berbeda, hal ini untuk membedakan saung ini milik penjual yang mana. Menurut saya sih begitu.
Dan... akhirnya kami memilih duduk di lokasi ini. Tempat yang sejuk dengan pemandangan langsung danau Cibereum.
Karena lama menunggu ikan bakar yang sedang diolah. Mata ini jadi celamitan ada baso di pesen, ada mie ayam juga di pesen. Bahkan tahu gejrot lewat pun di pesen.
Tahu gejrot sepiring ini di hargai Rp. 10.000.
Untuk menghilangkan kejenuhan menunggu ikan bakar yang tak kunjung datang. Es kelapa muda ini bisa jadi pilihan. Nikmat karena langsung dari batoknya.
Akhirnya setelah penantian yang teramat panjang, dan setelah menghabiskan baso, tahu gejrot dan es kelapa.
Ikan bakar pun tiba. Enggak butuh waktu lama untuk menghabiskan seporsi ikan bakar dengan sambal pecak ini.
Karena saya masih menyisakan ruang di perut buat ikan bakar ini.😁
Hari beranjak sore, tiba waktunya untuk pulang.
Tapi ingat... Kalau ke sini siapin receh yang banyak. Sebab pengamen gak ada abis-abisnya mampir.
Salah satunya pengamen waria ini.
Sebelum pulang saya tidak lupa merapikan sampah.
Saya agak terkejut, sebab si Abang penjual beres-beres sampahnya di buang begitu saja di kolong saung.
Hal ini nih, yang mesti lebih di perhatikan, "Soal kebersihan."
Kalau tidak, lokasi ini bakalan tidak indah lagi. Saya pun akan malas, kalau tempatnya banyak sampah.
Itulah ciri khas tempat wisata di negara kita. Ya...kurang ramah terhadap pengunjung. Dan sepertinya pengunjung hanya menjadi rebutan pedagang. Dan uang receh harus disiapkan banyak demi hal tidak terduga hehehe..
BalasHapusSaya sering lewat ,tapi belum sempat mampir.
iya, karena gak di kelola secara resmi mungkin jadi pada sembarangan sama pengunjung.
Hapusuang receh mesti siap tuh. pengamennya banyak banget. rata-rata waria.
Kayak situ Cikaret di Bogor Kang suasananya.. walau penuh sama pedagang, lumayanlah kalau buat ngadem dan relaks sebentaran mah..
BalasHapusSambil dangdutan ajah sekalian biar seru
adem banget emang tempatnya. tapi pengamennya bikin gak tahan...
Hapuskalau gak di kasih-kasih receh. malah di godain sama pengamennya. pake goyang-goyang.
pengen bilang "maaf, Bang" tapi takut tersinggung.
lebih tepatnya mungkin "sorry cin, receh eke sudah kosong, yukkk" :)
Wuakakakaa ...
HapusLangsung kebayang mas Masandi ngucap 'cin' ... :D
Sepertinya disana jarang sekali hujan ya mas, tempatnya sejuk dan banyak anginnya pasti.. daan masuknya pula gratis, wahhh mantappp nih.. banyak anakkost kesana :V
BalasHapusemang pas lagi enggak musim ujan sih, kalau anak kost mungkin ada tapi yang banyak berpasangan kayaknya.
HapusMasuk gratis, keluar kantong masih longgar ngk Mas ? soalnya pasti banyak jualan disana. :)
BalasHapusmasuk Gratis, pas di dalem kantong jadi bolong kang. keluar danau kantong kempes. :)
HapusAmpun deh gagal fokus sama penyanyinya mas. Wkwkwwk
BalasHapusBtw parkirnya emg ga bayar tah? Kok penjualnya ada yg sewot gitu??
Purwokerto di Goyang..... serrr...
Hapusparkirnya bayar padahal. tapi yang jual maunya gitu. parkir di sesuai saung.
Wah waktu masih tinggal ditambun kok saya nngak tahu ya tempat ini.... Asyik juga kalau ngajak keluarga. Perumahan ditambun memang rata rata ada danau buatannya daerah rawan banjir sih sebagian
BalasHapusjangankan mas Dwi. saya aja waktu itu pernah kerja di deket grand wisata enggak tau kalau ada tempat ini.
HapusJadi pengen tahu gejrot nya, udah lama banget gak makan :)
BalasHapusha..ha.. iya makanan kecil ini emang ngangenin. pesen yang pedes ya.
HapusKalau situnya bersih seperti situ Cibeureum ini enak ya dilihat ..., bikin mata jadi seger ngelihatnya.
BalasHapusAku penasaran, lelaki sebelah penyanyi yang goyangnya tampak hot itu siapa sih ?, mas Masandi ya ... :D ?.
Wisata murah meriah ini mas..
HapusPasti Hot dong, kan abis makan pecak ikan... hehehe...
Salah satu tempat wisata di Bekasi yang penuh dengan pengunjung, terutama pengunjung bersepeda karena di danau ini juga banyak tempat basecamp sepedanya. Dan salah satu ikon kabupaten Bekasi. Namun sayang sekali kurang terurus.
BalasHapussaya setuju kalau tempat ini bagus potensi wisatanya, dan memang agak kurang terurus.
Hapus